Rabu, 24 April 2013

Kajian Syair Gus Dur




1. Syair Asli


Ngawiti ingsun nglaras syi’iran 
Kelawan muji maring pengeran 
Kang paring rohmat lan kanikmatan
Rino wengine tanpo pitungan

Duh bolo konco priyo wanito 
Ojo mung ngaji syariat bloko 
Gur pinter ndongeng nulis lan moco 
Tembe mburine bakal sangsoro

Akeh kang apal Quran Hadise 
Seneng ngafirke marang liyane 
Kafire dewe dak digatekke 
Yen isih kotor ati akale

Gampang kabujuk nafsu angkoro 
Ing pepahese gebyaring dunyo 
Iri lan meri sugieh tonggo 
Mulo atine peteng lan nisto

Ayuh sedulur jo nglaleake 
Wajibe ngaji sa'pranatane 
nggo ngandelake iman tauhide 
Baguse sangu mulyo matine

Kang aran sholeh bagus atine 
Kerono mapan sari ngelmune 
Laku torikot lan ma'rifate
Ugo hakikot manjing rasane

Al Quran Qodim wahyu minulyo 
Tanpo tinulis iso diwoco 
Iku wejangan gusu waskito 
Den tanjebake ing jero dodo

Kumantil ati lan pikiran 
Ngrasuk ing badan kabeh jeroan 
Mu'jizat rosul dadi pedoman 
Minongko dalan manjinge iman

Kelawan Alloh kang moho suci 
Butuh rangkulan rino lan wengi 
Ditirakati diriyadlohi 
Dzikir lan suluk jog nganti lali
Uripe ayem rumongso aman 
Dununge roso tondo yen iman 
Sabar narimo najan pas-pasan 
Kabeh dinakdir saking pengeran

Kelawan konco dulur lan tonggo 
Podo rukuno 
Iku sunnaeh rosul kang mulyo 
Nabi Muhammad panutan kito

Ayuh ngelakoni sekabehane 
Alloh kang bakal ngangkat drajate 
Senajan asor toto dzohire 
Ananging mulyo makom drajate

Lamon palastro ing pungkasane 
Ora kesasar roh lan sukmane 
Den gadang Alloh suwargo manggone 
Utuh mayite ugo ulese

 2. Arti Dalam Bahasa Indonesia
 
Ku memulai menembangkan (menyanyikan) sya’ir 
Dengan memuji kepada Tuhan
Yang memberi rahmat dan kenikmatan
Siang dan malam tanpa perhitungan

Wahai para sahabat pria dan wanita
jangan hanya belajar syari’at saja
Hanya pandai mendongeng (bicara),menulis dan membaca
Akhirnya hanya akan sengsara

Banyak yang hafal al-Qur’an dan hadistnya
Suka mengkafirkan orang lain
Kekafirannya sendiri tidak diperhatikan
Kalau masih kotor hati dan akalnya

Mudah tertipu nafsu Angkara
Dalam Hiasan gemerlapnya dunia
Iri dan dengki kekayaan tetangga
Maka hatinya gelap dan nista
Mari saudara jangan melupakan
Kewajiban mengaji (belajar) lengkap dengan aturannya
Untuk menebalkan iman tauhidnya
Bagusnya bekal mulia matinya

Yang disebut orang shaleh itu bagus hatinya
Karena sempurna seri keilmuannya
Melakukan thariqat dan ma’rifatnya
Juga hakekat meresap rasanya

Al-qur’an qodhim wahyu yang mulia
Tanpa ditulis bisa dibaca
Itu wejangan (pesan) guru yang waskita 
Ditancapkan ke dalam dada

tergantung (tertempel) di hati dan pikiran
Merasuk ke dalam badan dan tubuh
Mu’jizat rasul ( Al-qur’an ) jadi pedoman
Sebagai jalan masuknya iman



Kepada Allah yang Maha suci 
Harus berpelukan (mendekatkan diri) siang dan malam
Diusahakan dan dilatih 
Dzikir dan suluk jangan sampai dilupakan

Hidupnya tentram dan merasa aman
Itulah perasaan tanda beriman
Sabar menerima meskipun (hidup) pas-pasan
Semua sudah ditakdirkan dari Tuhan

Terhadap teman , saudara dan tetangga
Rukunlah jangan bertengkar
Itu sunnah Rasul yang mulia
Nabi Muhammad suri tauladan kita

Mari jalani semuanya
Allah yang akan mengangkat derajatnya
Meskipun rendah secara lahiriah
Namun mulia kedudukan derajatnya disisi Allah
Ketika ajal telah datang di Akhir
Tidak tersesat roh dan sukma(raga)nya Disanjung Allah surga tempatnya
Utuh (lengkap) jasadnya juga kain kafannya.

  

3. Pembahasan

Syair  ini berisi petuah atau nasehat-nasehat untuk semua manusia agar mereka selalu ingat kepada siapa yang menciptakan mereka. Syair ini terdiri dari 13 bait yang setiap bait memiliki definisi-definisi yang dalam.  Pada bait pertama yang berbunyi “Kelawan muji maring pengeran, Kang paring rohmat lan kanikmatan” yang dalam bahasa Indonesia berarti pujian kepada Tuhan yang telah memberikan rahmat serta kenikmatan, merupakan ungkapan syukur seorang hamba kepada Tuhannya atas apa yang ia dapatkan. Hal ini sesuai dengan ajaran agama agar manusia selalu mensyukuri segala nikmat yang Allah berikan.

Syair ini mengingatkan manusia dari mana mereka berasal. Hal ini sangat berhubungan dengan mata kuliah filsafat manusia. Filsafat manusia merupakan gambaran menyeluruh atau sinopsis tentang realitas manusia. Syair ini mengandung filosofi bahwa sesungguhnya setiap manusia yang hidup pasti akan kembali kepada Tuhan. Hal ini tercantum pada syair yang berbunyi “Lamon palastro ing pungkasane, Ora kesasar roh lan sukmane” yang dalam bahasa Indonesia  Ketika ajal telah datang di Akhir, Tidak tersesat roh dan sukma(raga)nya”.

Dalam syair ini, manusia diajarkan agar menjadi makhluk yang taat pada ajaran-ajaran yang telah di syari’atkan dalam agama supaya hidupnya tentran di dunia maupun akhirat. Hal ini telah dijelaskan pada aliran filsafat manusia yakni aliran spiritualisme. Aliran spiritualisme menjelaskan ada kekuatan atau kenyataan spiritual di belakang setiap kejadian. Pada aliran ini juga dijelaskan bagaimana norma-norma agama mengarahkan manusia agar hidupnya memiliki tujuan yang jelas (teleologis).

Pada dasarnya kehidupan manusia di dunia ini hanyalah mencari bekal untuk kehidupan yang abadi yaitu kehidupan di akhirat. Hal ini tergambar pada syair diatas yakni manusia harus selalu melakukan amal kebaikan selama hidupnya di dunia. Kelawan Alloh kang moho suci, Butuh rangkulan rino lan wengi” yang artinya kepada Allah yang Maha suci, harus berpelukan (mendekatkan diri) siang dan malam,  merupakan salah satu amalan yang dianjurkan agama agar manusia mendapatkan bekal untuk di akhirat nanti.

Pada syair ini manusia dianjurkan agar selalu berlaku baik pada manusia yang lainnya. Ini bertujuan agar kehidupan manusia menjadi aman, tentram, dan juga damai. Selain itu,perilaku yang baik terhadap manusia merupakan sunnah Rasulullah yang memang harus kita tauladani setiap perilakunya.

Sebagai manusia patutlah kita selalu taat dan menjalankan setiap apa yang telah menjadi syari’at agama agar hidup kita selalu damai. Dari syair diatas kita dapat memahami bagaimana kita seharusnya menjadi umat yang baik dan benar menurut aturan-aturan agama.


Oleh : Ilham Robbi


Tidak ada komentar:

Posting Komentar