Cinta Seorang Pemula
“Pemula”, itulah nama yang mungkin
bisa di anugerahkan bagi seorang yang baru mengerjakan sesuatu hal yang baru.
Seorang “Pemula” sangat memiliki banyak kesalahan jika dibandingkan dengan
seseorang yang sudah terbiasa dan mahir. Begitu pula yang terjadi pada
seseorang yang baru mengenal cinta dan pertama kali pacaran. Seseorang tersebut
selalu saja melakukan kesalahan dalam percintaan. Terkadang seseorang yang baru
saja mengenal pacaran tidak banyak mengerti tentang kehidupan dalam berpacaran.
Seorang “Pemula” dalam cinta seringkali
disalahkan oleh pasangannya yang mungkin sudah berpengalaman dalam hal
berpacaran. “Pemula” akan melakukan hal-hal yang sudah biasa ia lakukan yang
justru membuat pasangannya tidak nyaman saat dengannya. Seharusnya pasangan yang
telah mahir dalam soal percintaan, dan ia telah mengetahui bahwa ia berpacaran
dengan seorang “Pemula” bisa mengerti dan memahami karakter pasangannya.
Seorang yang mahir seharusnya tidak
memaksakan seorang “Pemula” berada di levelnya, namun ia harus memberikan
pelajaran bagi “Pemula” agar bisa menjadi sepertinya. Namun kebanyakan, seorang
“Pemula” selalu menjadi korban dari seorang yang mahir. “Pemula” sering saja
tertipu dengan kemahiran pasangan yang memang telah banyak merasakan asam manis
cinta. “Pemula” yang terlalu lengah dalam percintaannya kebanyakan akan
merasakan perselingkuhan yang dilakukan sang ahli cinta. Sebenarnya, “Pemula”
tidak pernah lengah dengan apa yang dilakukan pasangan yang mahir, namun karena
sang mahir sangatlah mahir memperlakukan “Pemula” sesuai dengan apa yang
diinginkannya, “Pemula” lah yang menjadi korban.
Sebenarnya, jika sang mahir mau
memahami dan mengerti karakter seorang “Pemula” dalam cinta, ia mungkin akan
kagum dengan cinta seorang “Pemula”. Karena sesungguhnya seseorang yang baru
mengenal cinta, ia akan memberikan cinta kepada pasangannya sebesar apapun yang
selama ini mereka pendam sebelum pacaran. Karena cinta yang melanda sang
“Pemula” merupakan anugerah yang lumayan besar yang pertama diberi Tuhan agar ia mensyukuri kehidupan di
dunia ini. Karena cinta merupakan salah satu anugerah yang diberikan Tuhan bagi
umatnya agar mereka selalu bersyukur dan ingat kepada-Nya.
Cinta yang pertama dirasakan
seseorang merupakan salah satu dari proses perkembangan manusia menuju
kedewasaannya. Orang yang dewasa secara biologis akan mencari pasangan hidup
untuk ketenangan hatinya. Namun, dalam prosesnya ketika sesorang menemukan
cinta pertama dan merasakan hal yang pahit dalam percintaan, biasanya ia akan
merasa bahwa semua cinta rasanya sama saja. Padahal belum tentu seorang
“Pemula” akan merasakan cinta yang sama dengan orang lain.
Berbicara tentang cinta, selalu ada
keterkaitannya dengan hati dan perasaan. Karena Tuhan menciptakan manusia
berbeda dengan makhluk lainnya karena manusia punya perasaan dan akal pikiran
yang merupakan pencipta dari perasaan itu. Namun sebenarnya perasaan manusia
diciptakan agar mereka senantiasa peka terhadap sesamanya. Karena manusia sudah
ditakdirkan menjadi makhluk sosial dan membutuhkan makhluk dan manusia yang
lainnya.
Cinta menurut sebagian orang
dianggap sangat penting bagi kehidupan. Karena tanpa cinta hidup akan menjadi
hampa. Namun ada pula yang menganggap adanya cinta hanya akan membuat seseorang
menderita. Itu semua tergantung dari siapa yang menilai cinta. Yang menganggap
cinta itu penting mungkin ia telah banyak mendapatkan kebahagiaan dari
kehidupan percintaannya. Begitu juga sebaliknya, yang menganggap cinta hanyalah
penderitaan semata mungkin saja ia selalu saja menjadi korban dari cinta dan
mungkin juga ia adalah seorang “Pemula” yang tersakiti oleh cinta.